Renovasi rumah bukan hanya soal memilih warna cat, mengganti lantai, atau membuat ruangan terlihat lebih modern. Sebelum pekerjaan dimulai, ada beberapa hal penting yang perlu diperiksa agar renovasi berjalan lebih lancar, sesuai kebutuhan, dan tidak membuat biaya membengkak di tengah jalan.
Banyak pemilik rumah langsung menentukan desain dan material sebelum mengetahui kondisi rumah secara menyeluruh. Akibatnya, pekerjaan yang awalnya terlihat sederhana bisa berkembang menjadi pekerjaan tambahan yang tidak masuk dalam rencana awal.
Lalu, apa saja yang sebaiknya dicek sebelum memulai renovasi rumah? Berikut 5 hal penting yang perlu Anda perhatikan.
1. Tentukan Bagian Rumah yang Benar-Benar Perlu Direnovasi
Langkah pertama adalah menentukan apa yang sebenarnya ingin diperbaiki. Tidak semua bagian rumah harus direnovasi sekaligus. Coba perhatikan kondisi setiap ruangan dan buat daftar prioritas.
Misalnya:
- Dinding mulai retak atau lembap
- Lantai pecah atau sudah tidak rata
- Plafon rusak atau mengalami kebocoran
- Kamar mandi mengalami kebocoran
- Saluran air bermasalah
- Instalasi listrik sudah kurang memadai
- Pintu atau jendela sudah rusak
- Ruang tamu ingin dibuat lebih modern
- Dapur ingin ditata ulang
Setelah itu, pisahkan antara pekerjaan yang wajib dilakukan dan pekerjaan yang sifatnya estetika atau tambahan. Contohnya, memperbaiki kebocoran sebaiknya menjadi prioritas sebelum mengganti cat dinding. Jika sumber masalah tidak diperbaiki terlebih dahulu, hasil pengecatan baru bisa kembali rusak. Dengan menentukan prioritas sejak awal, Anda dapat mengalokasikan anggaran renovasi dengan lebih bijak.
2. Periksa Kondisi Rumah Sebelum Menentukan Pekerjaan
Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengetahui kondisi rumah saat ini. Permasalahan yang terlihat di permukaan belum tentu merupakan sumber masalah sebenarnya. Contohnya, dinding yang terlihat mengelupas bisa saja bukan hanya karena catnya sudah lama. Bisa terdapat masalah kelembapan atau kebocoran dari area lain.
Begitu juga dengan lantai yang rusak. Sebelum langsung mengganti keramik, perlu diperhatikan apakah permukaan lantai masih baik, apakah terdapat bagian yang turun, atau apakah ada masalah lain di bawahnya. Untuk renovasi yang lebih besar, kondisi struktur juga perlu menjadi perhatian. Terutama jika ada rencana seperti:
- Membongkar dinding
- Mengubah layout ruangan
- Menambah lantai
- Membuat bukaan baru
- Menambah beban pada struktur
- Mengubah area kamar mandi atau dapur
Semakin besar perubahan yang direncanakan, semakin penting melakukan pemeriksaan kondisi existing terlebih dahulu.
3. Tentukan Material Sesuai Kebutuhan, Bukan Hanya Karena Tampilannya
Material renovasi memiliki banyak pilihan. Untuk lantai saja misalnya, Anda bisa memilih keramik, granit, vinyl, SPC, dan berbagai jenis material lainnya. Namun, material yang terlihat bagus belum tentu paling sesuai untuk setiap ruangan.
Saat memilih material, pertimbangkan beberapa hal seperti:
- Fungsi ruangan
- Tingkat kelembapan
- Intensitas penggunaan
- Kemudahan perawatan
- Ketahanan material
- Tampilan yang diinginkan
- Budget yang tersedia
Sebagai contoh, material untuk kamar mandi tentu memiliki pertimbangan yang berbeda dengan material untuk ruang tamu. Begitu juga ketika memilih cat, plafon, sanitary, pintu, atau material lainnya. Jangan hanya memilih berdasarkan harga atau tampilan. Pertimbangkan juga kecocokan material dengan kondisi dan fungsi ruangan.
4. Buat Perencanaan Anggaran Renovasi
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam renovasi rumah adalah mulai mengerjakan proyek tanpa memiliki gambaran anggaran yang cukup jelas. Renovasi kemudian berjalan, pekerjaan bertambah, material berubah, dan akhirnya biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar dari perkiraan awal. Karena itu, sebaiknya buat perencanaan anggaran terlebih dahulu.
Anggaran renovasi dapat dibagi berdasarkan jenis pekerjaan, misalnya:
Pekerjaan Sipil
Seperti pembongkaran, pasangan dinding, plesteran, acian, lantai, dan pekerjaan konstruksi lainnya.
Pekerjaan Pengecatan
Meliputi pengecatan dinding, plafon, pagar, pintu, atau bagian rumah lainnya.
Pekerjaan Plumbing
Seperti perbaikan atau pemasangan saluran air, wastafel, kloset, shower, floor drain, dan sanitary lainnya.
Pekerjaan Listrik
Misalnya pemasangan lampu, downlight, stop kontak, saklar, MCB, atau penataan kabel.
Pekerjaan Finishing
Termasuk pemasangan material finishing dan berbagai pekerjaan untuk menyempurnakan hasil renovasi. Dengan membuat rincian pekerjaan sejak awal, Anda akan lebih mudah mengetahui pekerjaan mana yang menjadi prioritas dan bagaimana anggaran harus dialokasikan. Perlu diingat, harga awal renovasi juga dapat berubah apabila kondisi aktual di lapangan berbeda dari informasi atau asumsi awal. Karena itu, pemeriksaan kondisi existing dan perencanaan pekerjaan yang baik sangat penting.
5. Jangan Hanya Memikirkan Hasil Akhir, Perhatikan Proses Pengerjaannya
Rumah yang terlihat bagus setelah renovasi tentu menjadi tujuan utama. Namun, kualitas hasil renovasi sangat dipengaruhi oleh proses pengerjaannya. Hal-hal kecil yang tidak terlihat setelah pekerjaan selesai justru bisa menentukan apakah hasil renovasi akan bertahan lama atau tidak, misalnya:
- Persiapan permukaan sebelum pemasangan lantai
- Kemiringan lantai kamar mandi
- Waterproofing pada area yang membutuhkan
- Kerapian sambungan material
- Jalur instalasi listrik
- Jalur plumbing
- Kualitas pekerjaan plester dan acian
- Persiapan sebelum pengecatan
Karena itu, jangan hanya membandingkan harga dari satu penyedia jasa dengan penyedia lainnya. Perhatikan juga lingkup pekerjaan, material yang digunakan, metode pengerjaan, dan kualitas hasil pekerjaan. Harga yang lebih murah belum tentu menjadi pilihan yang lebih ekonomis apabila pekerjaan harus diperbaiki kembali dalam waktu singkat.
Jadi, Haruskah Semua Rumah Direnovasi Sekaligus?
Tidak selalu. Renovasi rumah dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas. Jika budget belum memungkinkan untuk mengerjakan seluruh bagian rumah sekaligus, Anda bisa memulai dari bagian yang paling membutuhkan perbaikan.
Contohnya:
Tahap 1: Perbaikan kebocoran dan masalah plumbing
Tahap 2: Renovasi kamar mandi
Tahap 3: Penggantian lantai
Tahap 4: Pengecatan dan perbaikan dinding
Tahap 5: Penataan ruang dan finishing
Dengan perencanaan seperti ini, renovasi bisa disesuaikan dengan kondisi dan anggaran yang tersedia. Namun, untuk pekerjaan yang saling berkaitan, sebaiknya tetap direncanakan secara keseluruhan sejak awal agar tidak terjadi pekerjaan bongkar-pasang yang sebenarnya bisa dihindari.
Renovasi Rumah Tidak Harus Membingungkan
Renovasi akan jauh lebih mudah apabila dimulai dengan perencanaan yang jelas. Sebelum memulai, pastikan Anda sudah mengetahui:
- Bagian rumah mana yang perlu direnovasi.
- Kondisi existing rumah.
- Material yang sesuai dengan kebutuhan.
- Perkiraan anggaran pekerjaan.
- Lingkup pekerjaan dan proses pengerjaannya.
Dengan persiapan tersebut, Anda bisa mengurangi risiko perubahan pekerjaan yang tidak terencana dan lebih mudah mengontrol jalannya renovasi.
Butuh Bantuan Renovasi Rumah?
Punya rencana renovasi tetapi masih bingung harus mulai dari mana? TukangBagus.com membantu berbagai kebutuhan perbaikan dan renovasi rumah, mulai dari pekerjaan sipil, pengecatan, lantai, kamar mandi, plumbing, listrik, hingga berbagai pekerjaan renovasi lainnya.
Sampaikan kebutuhan renovasi Anda kepada tim TukangBagus dan jadwalkan survey lokasi sekarang.